PEKANBARU -- Mengantisipasi keluhan warga sehubungan dengan dampak kenaikan BBM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru kembali akan menggelar pasar murah di beberapa titik lokasi di Kota Pekanbaru.
Menurut Kasi Usaha Perdagangan dan Meteorologi Bidang Perdagangan Disperindag Kota Pekanbaru Megah Miko, pasar murah yang merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa sejak Januari hingga Mei dan berlanjut pada 4 dan 8 Juli 2013 diperuntukkan bagi keluarga miskin denagan sistim pembagian kupon.
“Ada sekitar 22 ribu kupon pembelian sembako murah, masing-masing kepala keluarga (KK) mendapat 1 kupon. Dengan kupon tersebut setiap KK akan mendapatkan berbagai jenis baranag subsidi seperti beras, gula, tepung, sarden dan susu,” jelas Miko kepada Pekanbaru MX Jumat (5/7).
Subsidi semua jenis barang kebutuhan pokok masyarakat tersebut kata Miko diperoleh dari APBD Kota Pekanbaru sekitar 21 sampai 26 persen dari harga barang yang dijual di pasaran.
Saat ini ada 1000 kupon sembako yang dibagi untuk Kecamatan Rumbai, dimana pembagian kupon tersebut akan dilakukan oleh pihak kecamatan setempat. Hal itu memungkinkan kupon akan terdistribusi pada warga yang layak dan berhak.
Selain di Kecamatan Rumbai, ada empat pasar murah lagi yang akan digelar jelang Ramadhan di Petang Megang dan Jembatan Siak 1.
Ia menyebutkan, pasar murah yang digelar periode Januari-Mei 2013 sebanyak 16 kali tersebar di beberapa kecamatan, sedangkan pada 8 Juli di Kecamatan Senapelan, dan sebelumnya 4 Juli digelar di Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai.
Khusus di Kecamatan Rumbai akan dibagikan sebanyak 1.000 kupon sembako, sedangkan pengelolaan penyerahan kupon diserahkan ke camat setempat karena mereka yang mengetahui kondisi warganya yang benar-benar berhak memperoleh subsidi Pemko Pekanbaru.
Sementara itu, empat pasar murah lainnya dijadwalkan digelar di Petang Megang dan Jembatan Siak I memasuki Ramadhan 1434 Hijriah. Menurut Megah Miko pasar murah tetap akan dilakukan setiap tahun baik pada momen insidentil seperti saat kenaikan BBM maupun saat hari-hari besar lainnya.
Selain itu, pasar murah saat ini juga diselenggarakan atas instruksi Menteri Perdagangan yang mewajibkan semua pemerintah daerah untuk melakukan pasar murah jika melihat kecenderungan adanya kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat di pasar tradisional akibat kenaikan BBM. Seperti diberitakan Pekanbaru MX sebelumnya, saat ini di pasar tradisional memang telah terjadi kenaikan sejumlah barang kebutuhan pokok masyarakat pada tingkat grosir. Kenaikan berkisar antara Rp 200 hingga Rp 500 per kilogram untuk jenis barang tertentu. Kenaikan tersebut berimbas pada harga eceran yang sampai ke pembeli.
Disperindag Kota Pekanbaru sendiri sejak kenaikan BBM hingga kini terus melakukan pemantauan di seluruh pasar tradisional. Dalam pantauan tersebut ditemukan kenaikan harga-harga yang menurut pedagang memang tak terelakkan akibat atau imbas dari kenaikan BBM. [eka satria]
Menurut Kasi Usaha Perdagangan dan Meteorologi Bidang Perdagangan Disperindag Kota Pekanbaru Megah Miko, pasar murah yang merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa sejak Januari hingga Mei dan berlanjut pada 4 dan 8 Juli 2013 diperuntukkan bagi keluarga miskin denagan sistim pembagian kupon.
“Ada sekitar 22 ribu kupon pembelian sembako murah, masing-masing kepala keluarga (KK) mendapat 1 kupon. Dengan kupon tersebut setiap KK akan mendapatkan berbagai jenis baranag subsidi seperti beras, gula, tepung, sarden dan susu,” jelas Miko kepada Pekanbaru MX Jumat (5/7).
Subsidi semua jenis barang kebutuhan pokok masyarakat tersebut kata Miko diperoleh dari APBD Kota Pekanbaru sekitar 21 sampai 26 persen dari harga barang yang dijual di pasaran.
Saat ini ada 1000 kupon sembako yang dibagi untuk Kecamatan Rumbai, dimana pembagian kupon tersebut akan dilakukan oleh pihak kecamatan setempat. Hal itu memungkinkan kupon akan terdistribusi pada warga yang layak dan berhak.
Selain di Kecamatan Rumbai, ada empat pasar murah lagi yang akan digelar jelang Ramadhan di Petang Megang dan Jembatan Siak 1.
Ia menyebutkan, pasar murah yang digelar periode Januari-Mei 2013 sebanyak 16 kali tersebar di beberapa kecamatan, sedangkan pada 8 Juli di Kecamatan Senapelan, dan sebelumnya 4 Juli digelar di Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai.
Khusus di Kecamatan Rumbai akan dibagikan sebanyak 1.000 kupon sembako, sedangkan pengelolaan penyerahan kupon diserahkan ke camat setempat karena mereka yang mengetahui kondisi warganya yang benar-benar berhak memperoleh subsidi Pemko Pekanbaru.
Sementara itu, empat pasar murah lainnya dijadwalkan digelar di Petang Megang dan Jembatan Siak I memasuki Ramadhan 1434 Hijriah. Menurut Megah Miko pasar murah tetap akan dilakukan setiap tahun baik pada momen insidentil seperti saat kenaikan BBM maupun saat hari-hari besar lainnya.
Selain itu, pasar murah saat ini juga diselenggarakan atas instruksi Menteri Perdagangan yang mewajibkan semua pemerintah daerah untuk melakukan pasar murah jika melihat kecenderungan adanya kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat di pasar tradisional akibat kenaikan BBM. Seperti diberitakan Pekanbaru MX sebelumnya, saat ini di pasar tradisional memang telah terjadi kenaikan sejumlah barang kebutuhan pokok masyarakat pada tingkat grosir. Kenaikan berkisar antara Rp 200 hingga Rp 500 per kilogram untuk jenis barang tertentu. Kenaikan tersebut berimbas pada harga eceran yang sampai ke pembeli.
Disperindag Kota Pekanbaru sendiri sejak kenaikan BBM hingga kini terus melakukan pemantauan di seluruh pasar tradisional. Dalam pantauan tersebut ditemukan kenaikan harga-harga yang menurut pedagang memang tak terelakkan akibat atau imbas dari kenaikan BBM. [eka satria]
