-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Byar-Pet, Manajemen PLN Tak Becus

| Juli 26, 2013 WIB
PEKANBARU -- Kegeraman warga kota Pekanbaru tampaknya sudah sampai di ubun-ubun lantaran selama bulan puasa ini listrik mati tanpa mengenal waktu. Dalam sehari PLN bisa memutus aliran dua hingga tiga kali di satu wilayah. Tiada hari tanpa byar pet alias mati listrik, masyarakat dibuat kesal.

Manager Sumber Daya Manusia (SDM) dan Hubungan Masyarakat (Humas) PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Seribu (Kepri), Suhatman mengatakan terjadinya pemeadaman listrik seperti yang dialami 30 ribu pelanggan karena gangguan proyek yanag dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Riau di daerah Panam. Dalam pengerjaan proyek pelebaran jalaan tersebut kabel bawah tanah milik PLN berdiameter 25 cm putus terkena eskavator milik PU tepatnya di penyilang nomor 18 Taman Karya.

Dalam penanganannya, aliran listrik dialirkan melalui penyilang nomor 14 Panam yang sifatnya sementara. Aliran melalui penyilang nomor 14 tersebut tidak mampu menahan beban yang berlebih terutama di saat beban puncak pada malam hari.

Namun penanganan tersebut akan berdampaka pada 30 ribu pelanggan di kawasan Panam dan sekitarnya.

Suhatman menyayangkan Dinas PU Riau yang tidaka melakukan kordinasi sebelumnya dengan PLN.
“Di bahu jalan yang menjadi proyek PU tersebut selain komponen milik PLN berupa kabel bawah tanah juga ada fiber optik Telkom dan pipa milik PDAM. PU tidak berkordinasi dengan kita,” jelas Suhatman.

Sementara itu anggota Komisi IV yang membidangi masalaah energi dan infrastruktur Muhammad Sabarudi mengatakan pada dasarnya kinerja dan manjemen PLN sangat buruk. Sebelumnya kata Sabarudi, dikatakan alasan mengenai rusaknya pembangkit di Ombilin.

“Saya minta manejemen PLN harus lebih memperhatikan pelanggannya, jangan seenaknya memutus aliran, terlebih di bulan Ramadhan ini. Kalaua memang tidak bisa memberi jaminan sebaaiknya General manager PLN mundur saja!” kata Sabarudi kesal. Ia menilai, masalah di PLN di wilayah Riau bukan hanya persoalan teknis dan gangguan pembangkit saja, melainkan tidak becusnya manajeman dan kepemimpinan PLN saat ini .

Menurut Sabarudi gangguan akibat pemadaman mendadak dan tanpa jadwal yang jelas sangat menganggu perekonomian masyarakat. Bahkan berimbas pada kemacetan lalu lintas akibat ikut matinya aliran listrik ke traffic light.***