KILAS RIAU, Bangkinang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar menyebutkan, banjir di Kampar Kiri sudah mulai surut. Namun wilayah Kecamatan Gunung Sahilan yang akan terkena dampak dari banjir di Kampar Kiri.
"Saat ini BPBD Kampar, sedang bersiap siap menanti dampak banjir dari Kampar Kiri ke Gunung Sahilan. Karena banjir sekarang ini luapan dari Sungai Subayang," kata Sekretaris BPBD Kampar Afrudin Amga yang didampingi Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) BPBD Kampar Candra, Kamis (5/12/2019).
Ramalan itu terbukti. Puluhan rumah warga Desa Gunung Sahilan, Kecamatan Gunung Sahilan Kabupaten Kampar, terendam banjir, Selasa (10/12/2019).
Dari keterangan Kepala Desa Gunung Sahilan, Hasmizon seperti dikutip GoRiau.com, ada sebanyak 98 Kepala Keluarga (KK) yang terendah akibat banjir saat ini. Diperkirakannya rumah warga yang terendam terus bertambah.
Hasmizon juga menuturkan, ketinggian banjir di Desa Gunung Sahilan ini terus meningkat karena luapan air sungai Kampar Kiri.
Kepala Pusdalop, BPBD sudah memberikan imbauan kepada masyarakat dari jauh-jauh hari.
"Bulan november 2019, kami sudah melakukan imbauan kepada masyarakat agar waspada jika curah hujan tinggi dan air sungai semaki naik," ucapnya.
Imbauan juga sudah disampaikan kepada masyarakat di Kecamatan Gunung Sahilan Kamis (5/12/2019) lalu agar waspada. Karena banjir di wilayah ini cukup lama surutnya.
"Untuk itu diharapkan agar benda-benda berharga bisa diselamatkan ketempat yang aman," pesannya.
Selain itu, kata Candra, penyebab dari banjir ini bisa meluap besarnakibat hutan yang dibabat habis oleh oknum tertentu dan menyebabkan pendangkalan sungai. "Sehingga luapan air yang begitu besar dan tidak ada penahaanya," ujarnya.
Ia berharap pemerintah pusat, provinsi dan Kabupaten Kampar dapat melakukan reboisasi terhadap hutan-hutan yang sudah rusak tersebut.
"Hal ini disebabkan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang sangat kritis dan perlu dihijaukan kembali. Sehingga saat banjir datang sudah tidak terlalu meluap kembali. Karena sudah ada penampungnya, kalau sekarang los begitu saja air mengalir," ungkapnya. (Oce Satria/Lil)
